IBU GURU SMA SENTAI UNGKAPAN ORANG ASLI PAPUA MONYET


IBU GURU SMA SENTAI  UNGKAPAN ORANG ASLI PAPUA MONYET 
Keterangan Foto : saat demo aksi dilapangan SMA Sentani
Oleh : (MP)


MAJALAPANA Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh para profesor di USA, monyet yang dimasukkan ke dalam satu ruangan kosong secara bersama. sebut saja monyet tersebut Monyet itu bintang hanya tau petik pisang. Di dalam ruangan tersebut terdapat sebuah tiang, dan diatas tiang tersebut nampak beberapa pisang yang sudah matang. 

Setelah membiasakan diri dengan keadaan lingkungan di dalam ruangan tersebut, mereka mulai mencoba meraih pisang tersebut. Monyet A yang mula mencoba mendaki tiang. Begitu monyet A berada di tengah tiang, sang profesor menyemprotkan air kepadanya, sehingga terpleset dan jatuh.

Mereka berusaha mencegah, agar monyet C tidak mengalami `kesialan’ seperti mereka. Karena dicegah terus dan diberi nasehat tentang bahayanya bila mencoba memanjat keatas, monyet C akhirnya takut juga dan tidak pernah memanjat lagi.
Langkah yang dilakukan/unkapan oleh para ibu guru  adalah mengeluarkan monyet serta memasukkan monyet. Kamu oarang asli papua monyet, Sama seperti monyet sebelumnya, 

Kata monyet ungkapan melalui ibu guru itu tidak wajar. Monyet  hanya tau panjat pisang pisang diatas tiang dan mencoba memanjatnya. Monyet  secara spontan  “Hai ibu , mengapa perna katakan  kami  orang asli papua monyet  boleh naik ”.

Sala satu Siswa langsung bertindak lebih jauh, bicara bersama teman-teman siswa bahawa yang memberitahu seperti kata monyet itu tidak benar tradap kami siswi SMA Sentani, bahwa kata seperti itu tidak benar. Ibu perna katakan suara kekerasan terhadap mahasiswa/i SMA Sentani, jelas monyet.

perkataan melalui ibu itu siswa/i langsung bertindak  Monyet percaya dan berani, tapi tidak demikian dengan monyet yang memang bandel. “Saya ingin tahu, bahaya seperti apa , yang ada di atas … Dan kalau ada bahaya, masak iya saya tidak bisa menghindarinya? ” tegas monyet. Walaupun sudah dicegah oleh monyet.


Posting : (MAJALAPANA)

No comments:

Post a Comment